Thursday, July 28, 2011

Indonesia Ciptakan Sejarah Lolos ke fase Grup pra-kualifikasi PD 2014

Indonesia berhasil mengalahkan Turkmenistan dan Indonesia menciptakan sejarah berlaga di fase grup menghadapi langganan putaran final Pra Piala Dunia zona Asia. Pada Pra Piala Dunia 2010, hanya dua negara ASEAN saja yang berlaga di putaran ketiga, yakni Thailand dan Singapura. Sukses mengalahkan Turkmenistan membuat Indonesia bersaing bersama raksasa Asia di putaran tiga. 
Indonesia berhasil merebut tiket ke putaran tiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia setelah dalam pertandingan leg kedua putaran kedua mengalahkan Turkmenistan 4-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (28/7) malam WIB.

Kemenangan itu membuat Indonesia meraih kemenangan agregat 5-4 atas Turkmenistan, karena di leg pertama yang berlangsung di Stadion Olympic bermain imbang 1-1. Indonesia pun masuk putaran tiga untuk bersaing dengan raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, dan Australia.


Laga Indonesia kontra Turkmenistan ini berlangsung tegang di sepuluh menit terakhir. Turkmenistan yang sempat tertinggal, dan hanya diperkuat sepuluh pemain, mampu memperkecil ketertinggalannya.

Dalam pertandingan ini, pelatih Wim Rijsbergen mengintruksikan anak asuhnya untuk bermain cepat. Serangan sporadis langsung dilakukan tim tuan rumah guna menekan pertahanan Turkmenistan.

Laga berjalan enam menit, Cristian Gonzales mendapatkan peluang emas untuk membawa Indonesia unggul. Namun striker Persib Bandung ini terlambat menyambut umpan Boaz Solossa.

Selang tiga menit kemudian, Gonzales membayar kesalahannya ketika tandukannya menyambut umpan M Ilham dari sektor kiri pertahanan Turkmenistan tidak bisa dibendung kiper Maksatmyrat Shamuradov.

Unggul lewat gol cepat ini membuat Indonesia makin meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, sontekan Gonzales menggandakan keunggulan tim Merah Putih pada menit ke-19 setelah menerima umpan Boaz dari sisi kanan pertananan Turkmenistan.

Tiga menit sebelum babak pertama berakhir, Indonesia memperbesar keunggulannya setelah tendangan melengkung M Nasuha dari jarak sekitar 20 meter merobek jala lawan. Skor 3-0 menutup laga babak pertama.

Di babak kedua, permainan Indonesia dan Turkmenistan mengalami penurunan. Tidak terlalu banyak serangan berarti dari kedua tim yang bisa membahayakan pertahanan lawan masing-masing.

Laga berjalan satu jam, peluang emas diperoleh Boaz. Kendati hanya berhadapan dengan Maksatmyrat, striker Persipura Jayapura itu gagal melesakkan gol. Selang delapan menit kemudian, tendangan Boaz masih melambung di atas mistar gawang.

Pada menit ke-69, Gonzales sempat menjebol gawang Turkmenistan. Namun, gol tersebut dianulir wasit Benjamin Williams karena striker tim Garuda itu terperangkap off-side.

Di menit ke-72, Turkmenistan mampu memperkecil ketertinggalan ketika sepak pojok Maksim Belyh berbelok arah akibat terkena kaki M Ilham, sehingga bersarang di gawang Ferry Rotinsulu.

Merasa kecolongan, Indonesia meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu membuahkan hasil ketika umpan Boaz disambut tendangan keras M Ridwan pada menit ke-76.

Indonesia berada di atas angin ketika Turkmenistan harus bermain dengan sepuluh orang menyusul diusirnya Bahtiyar Hojaahmedov akibat menerima kartu kuning keduanya pada menit ke-80.

Alih-alih memanfaatkan keuntungan jumlah pemain, Indonesia justru kebobolan dua gol. Turkmenistan yang bermain lepas mampu membuat suasana di Stadion Utama menjadi tegang. Dalam tempo tiga menit, Turkemnistan menjebol gawang Ferry.

Pada menit ke-84, Berdy Shamuradov mengubah papan skor menjadi 4-2 setelah menyambut umpan Gahrymanberdy Chonkaev. Di menit ke-84, giliran Chonkaev membobol gawang Ferry usai menerima umpan pemain pengganti Aleksandr Boliyan.

Menjelang pertandingan berakhir, Indonesia nyaris membobol gawang Turkemnistan. Namun tendangan keras Ahmad Bustomi masih membentur mistar gawang. Hingga wasit meniup pluit panjang, skor 4-3 tidak mengalami perubahan.

0 comments:

Post a Comment