Friday, May 14, 2010

Membangun Sepakbola Indonesia Masa Depan

Disaat belahan dunia lain berlomba-lomba menangguk keuntungan dari industri sepakbola, kita di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah kurangnya bibit pemain handal di masa depan. Prestasi Tim Nasional kita yang dulunya sangat ditakuti untuk kawasan Asia, sekarang untuk kawasan Asia Tenggara saja kita sudah berada di peringat ketiga/keempat setelah Thailand, Singapura dan Vietnam. Semua itu tidak terlepas dari sistem pembinaan usia dini yang ada di Indonesia.

Keberadaan Arsenal Football School Di Tangerang dan Real Madrid Football School Rencana Di Pulau Bali tidak akan berbuat banyak untuk perkembangan sepakbola masa depan yang terpadu. Kedua Football School itu hanya pengembangan sayap bisnis mereka saja dan tidak ada hubungannya dengan pembangunan sepakbola Indonesia masa depan. Yang ada hanya pencetak pemain yang syukur-syukur digunakan oleh Arsenal dan Real Madrid.
Secara teori, sistem pembinaan yang paling baik itu adalah Kompetisi. Sekarang coba kita liat, apakah ada kompetisi di Indonesia. Jika Indonesia terlalu besar, kita perkecil ke tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota. Apakah kita punya kompetisi yang permanen, lancar, kompetitif dan teratur? Belum lagi kalau ditanyakan apakah ada kompetisi dari kelompok umur paling bawah misalnya dari usia 12 tahun. Jawabannya adalah AMAT SANGAT TIDAK ADA!! Dengan jawaban itu kapan kita bisa berharap akan muncul sepakbola dan pemain sepakbola yang handal? Yang terlihat hanyalah sistem yang instant dan biaya besar seperti tim U17 di Uruguay sekarang, yang hanya mengulangi kesalahan dari PSSI Pratama, Garuda I, Garuda II, Primavera dan Baretti.

Memang ada Danone dan lain-lain membuat turnamen kelompok umur, tapi itu sifatnya temporer dan hura-hura saja. Tidak ada kontribusinya untuk kemajuan sepakbola di Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan bahwa Danone sudah berkiprah dari tahun 2002, berarti sekarang sudah 6 tahun. Artinya juga, jika hasil Danone itu bagus, Tim Indonesia Usia 16 s/d 18 tidak akan jadi bulan-bulanan negara lain dalam turnamen resmi.

Dengan tidak adanya kompetisi yang rutin, ketat dan teratur dari Umur 12 tahun, bagaimana kita bisa memberikan pengalaman tanding secara resmi kepada calon-calon pemain masa depan. Seorang pemain atau calon pemain masa depan itu punya standar minimal kuantitas mereka bertanding resmi secara teratur dan terjadwal.

Contohnya, pertanyaan yang bisa dimunculkan adalah berapa kali Bambang Pamungkas bermain dalam pertandingan resmi dari usia 12 tahun. Belum lagi pertanyaannya berapa gol yang sudah diciptakan, asist yang pernah diberikan, kartu kuning atau kartu merah yang didapat. Dengan tidak ada data itu bagaimana kita bisa menjual pemain keluar negeri? Wajar sekali kalau pemain kita tidak punya nilai jual di luarnegeri, selain karena memang secara kualitas tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kesimpulan dari paparan diatas adalah : yang dibutuhkan saat ini adalah adanya Kompetisi kelompok umur dari 12 tahun sampai 18 tahun. Mungkin cukup di bagi tiga kelompok umur saja yang memang selama ini sudah ada, yaitu U12, U15 dan U18. Tidak perlu scopenya terlalu besar untuk seluruh Indonesia, dimulai dulu misalnya di DKI Jakarta atau Jabotabek. Dibuat Kompetisi antar SSB yang ada di Jabotabek dengan Kompetisi yang teratur, permanen dan jangka panjang. Bukan turnamen yang 15 hari habis, tapi betul-betul kompetisi yang selesai dalam 1 tahun.

Kemudian dari kompetisi itu direkam database masing-masing anak-anak calon pemain masa depan itu. Sehingga waktu mereka sudah dewasa, mereka punya track record yang bisa digunakan secara profesional.

Jika cara ini dilakukan akan mengatasi beberapa kendala selama ini ada yaitu :
1. Pemain Indonesia masa depan akan lahir dari kompetisi yang ketat, bukan pemain yang instant.
2. Pemilihan pemain nasional akan lebih fair karena dipilih dari hasil kompetisi dan publik melihatnya. Tidak asal comot berdasarkan rekomendasi dari sana-sini.
3. Pemain yg lahir akan merupakan pilihan terbaik termasuk dari segi mental dan kelakuan. Karena persaingan yang ketat, maka mereka tidak manja dan bertingkah yang aneh-aneh seperti sekarang.
4. Akan ada data pemain yang akurat yang ini bisa dimanfaatkan oleh klub-klub profesional untuk merekrut pemain dan juga berguna bagi jurnalist untuk memperkaya liputan.
5. Dengan kompetisi ini, selain melahirkan pemain, juga pendukung lainnya akan menjadi terasah kemampuannya, yakni para wasit dan pelatih. Wasit punya banyak jam terbang memimpin sehingga dari Kompetisi kelompok umur/usia muda ini akan muncul wasit-wasit yang baik untuk Liga profesional. Begitu juga dengan pelatih. Akan muncul pelatih yang berpengalaman bukan pelatih yang karbitan yang terpilih hanya karena kedekatan dengan Pengurus.
6. Keterlibatan sponsor akan lebih solit karena ada kepastian produk mereka akan sukses dengan mensponsori kompetisi.
7. Pemborosan dana yang dilakukan selama ini dengan mengirim tim keluar negeri dapat ditekan, dan uang yang beredar hanya di dalam negeri. Ini juga berguna untuk ketahanan perekonomian nasional.
8. Suistainability dari pembinaan akan terjaga. Setiap tahun kita pasti akan melahirkan pemain dari semua kelompok Umur dan juga untuk pemain Senior di atas 18 Tahun.
9. Kita akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan pemain potensial, dari ribuan itu, tersaring lagi ratusan yang benar-benar siap pakai yang bisa langsung dimanfaatkan oleh Tim/klub di Liga Indonesia bahkan di Liga-liga negara tetangga.

Untuk konsep Kompetisi ini sendiri sudah ada, dan terbuka untuk didiskusikan. Jika ada pencinta sepakbola yang peduli dengan sepakbola Indonesia masa depan, kita bisa memulainya, dan setelah 2 kali Olimpiade ke depan, kita sudah punya Timnas U23 yang bisa diandalkan yang pemainnya sudah ditempa selama lebih dari 8 tahun berkompetisi yang ketat.

Jika ini tidak berhasil juga, berarti Teori yang mengatakan bahwa Kompetisi adalah sistem pembinaan yang paling sempurna, patut dipertanyakan.

Sumber: fans.bolanews.com

5 comments:

IT Programmer said...

mantap mantap,, sukseskan masa depan sepak bola indonesia..

btw,, link segera saya pasang,, maaf akhir2 ini saya agak sibuk,, karna di bali atau umat hindu di indonesia sedang melaksanakan hari raya galungan dan kuningan..

Manchester United Tech said...

Mantab nih, Ayo Kita bersama-sama membangun Sepak Bola Indonesia....jgn mau kalah ama negara lain..

Ari Iskandar Dzulfan said...

sama2 bro, ini hanya sebuah kritikan buat para pengurus sepakbola indonesia karena tidak memperlakukan peemain2 muda berbakat dgn istimewa, mreka hanya menonton para seniornya bermain.. semoga pemain muda kita bisa memberikan prestasi lebih ya bro....

Miss Rinda said...

waw tanggal postingannya ko 7 june 2010 y dzhul,apa kompi aq yg slh iaa ^^

biarpun kurang pham soal bola,tp stuju bangt hrs byk kompetisi soal bola dr usia dini,,^_^


Miss Rinda
www.rinda-holic.blogspot.com

ainul ridha, the nice seen said...

visi pembangunan sepakbola masa depan ini sedang diujicobakan. Silahkan cek di www.lssb-jakarta.com. web itu memang sangat prematur dan belum jadi. butuh tangan-tangan trampil untuk mengembangkannya. Jika ada yang ingin bersama-sama menjadi saksi pengembangan pemain muda masa depan, dengan senang hati untuk menerimanya.

Salam

ainulridha.blogspot.com

Post a Comment